KEGIATAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL MANAJER PERUSAHAAN ( PT Indocement )

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Indocement berkomitmen mendukung lingkungan yang berkelanjutan dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Efisiensi penggunaan energi adalah strategi bisnis yang baik, dan menjadi landasan Perseroan dalam upayanya memenuhi peningkatan permintaan pasar secara berkelanjutan. Indocement berharap dapat menjadi panutan bagi perusahaan lain di berbagai industri yang padat emisi karbon di Indonesia.

Indocement menjalankan program tanggung jawab social perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia mencapai Sasaran Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals – MDG) untuk pengentasan kemiskinan sampai tahun 2015. Indonesia merupakan salah satu dari 189 negara penandatangan Deklarasi Milenium pada bulan September 2000. Ke-8 tujuan MDG tersebut adalah:

– MDG 1: Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim

– MDG 2: Pemerataan pendidikan dasar

– MDG 3: Mendukung persamaan gender dan pemberdayaan perempuan

– MDG 4: Mengurangi tingkat kematian anak

– MDG 5: Meningkatkan kesehatan ibu

– MDG 6: Perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya

– MDG 7: Menjamin lingkungan hidup yang berkelanjutan

– MDG 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Program CSR Indocement dikembangkan dengan mengacu pada lima Pilar yaitu pendidikan-kesehatan-ekonomi-sosial, budaya, agama dan olahraga-keamanan. Terkait dengan MDG, program CSR Perseroan telah mendukung pencapaian sasaran MDG 1 sampai MDG 7, dan menitikberatkan pada pengentasan kemiskinan (MDG 1) dan lingkungan hidup yang berkelanjutan (MDG 7).

Pada tanggal 15 Oktober 2009 Indocement menerima Peringkat Emas dalam Program PROPER periode 2008-2009 untuk Pabrik Citeureup. Selain itu, Pabrik Palimanan memperoleh Peringkat Hijau. Program PROPER merupakan prakarsa Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia untuk mendorong penerapan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kalangan perusahaan. Untuk periode 2008-2009, kriteria PROPER terutama menekankan aspek pengelolaan sumber daya alam, pengelolaan lingkungan, serta tanggung jawab sosial perusahaan. Indocement adalah
salah satu dari dua perusahaan yang berhasil memperoleh Peringkat Emas sejak program PROPER diselenggarakan pada tahun 2002.

Pemeringkatan PROPER diberikan berdasarkan penilaian atas kepatuhan Perseroan terhadap berbagai kriteria seperti penanganan polusi air dan udara, penanganan limbah beracun dan berbahaya, serta persyaratan lain terkait dengan kelengkapan dokumen AMDAL (Analisa Manajemen Dampak Lingkungan) Perseroan. Penilaian juga mencakup kajian atas upaya penerapan prinsip manajemen lingkungan yang berkelanjutan serta program CSR yang dilakukan Perseroan.

Selain telah menerapkan standar ISO 14001 dalam sistem manajemen lingkungan, Indocement juga menerapkan prinsip 3R (reuse, recycle, recovery) melalui kebijakan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif dalam produksi Perseroan.

Dua prakarsa penting terkait peningkatan efisiensi operasional dan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 adalah: (1) Proyek Bahan Bakar Alternatif, dan (2) Proyek Blended Cement. Kedua prakarsa yang dimulai sejak tahun 2006 tersebut memiliki kaitan erat dengan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Selain dapat menghemat biaya kebutuhan energi, kedua prakarsa tersebut juga sangat efektif untuk mengurangi emisi CO2. Pencapaian ini sejalan dengan program pengendalian pemanasan global di bawah Konvensi Kerangka Kerja Persatuan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia pada bulan Juli 2004.

Indocement telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mewujudkan proyek Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism – CDM) sebagaimana diatur oleh Protokol Kyoto. Program CDM memungkinkan sebuah perusahaan untuk memperoleh kredit karbon atas pengurangan yang dapat diverifikasi pada emisi CO2 yang dihasilkan. Kredit karbon dalam satuan Emisi Reduksi yang Disertifikasi (CER) diberikan untuk setiap ton pengurangan emisi CO2. CER yang diperoleh kemudian dapat dijual pada perusahaan yang ingin memenuhi target pengurangan emisi karbon.

Pada Proyek Bahan Bakar Alternatif, Indocement bekerja sama dengan konsultan untuk menghitung secara akurat volume emisi CO2 yang dapat dikurangi melalui pemakaian bahan bakar alternatif selama periode dua tahun, dibandingkan apabila memakai bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi yang setara. Pada tahun 2008 Indocement memperoleh 80.967 CER dari Proyek Bahan Bakar Alternatif. Proyek Blended Cement juga memakai mekanisme yang sama terkait pengurangan emisi CO2 akibat penggunaan bahan baku alternatif pada produksi semen komposit Perseroan. Sampai dengan Desember 2009, Proyek Blended Cement masih berada pada tahap verifikasi.

Di Indonesia, relatif belum banyak perusahaan yang berpartisipasi pada proyek CDM, sekalipun Pemerintah telah meratifikasi Protokol Kyoto sejak beberapa tahun yang lalu. Dengan penerimaan CER di tahun 2008 untuk Proyek Bahan Bakar Alternatif, Indocement menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang berhasil menyelesaikan suatu siklus proyek CDM. Pelaksanaan proyek memang berjalan lambat akibat lamanya proses verifikasi yang diperlukan, namun hal ini bisa dimengerti mengingat bahwa aktivitas pengurangan emisi CO2 masih merupakan proyek perintis yang relatif baru diperkenalkan di Indonesia.

Indocement berkomitmen mendukung lingkungan yang berkelanjutan dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil. Efisiensi penggunaan energi adalah strategi bisnis yang baik, dan menjadi landasan Perseroan dalam upayanya memenuhi peningkatan permintaan pasar secara berkelanjutan. Indocement berharap dapat menjadi panutan bagi perusahaan lain di berbagai industri yang padat emisi karbon di Indonesia.

Sejak bulan Agustus 2007, Indocement melakukan penanaman pohon jarak pagar (Jatropha Curcas) sebagai upaya rehabilitasi lahan paska penambangan. Sekitar 70 hektar lahan di sekitar Pabrik Citeureup dan 100 hektar lainnya di lokasi Pabrik Palimanan dan Pabrik Tarjun telah direhabilitasi. Selain untuk rehabilitasi lahan, penanaman jarak pagar diharapkan dapat menghasilkan sumber energi terbarukan dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi komunitas di sekitar lokasi operasional Perseroan. Program ini dilakukan melalui kerja sama teknis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon dan Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin di masing-masing lokasi.

Upaya lain yang juga merupakan langkah terobosan untuk mendorong praktik lingkungan yang berkelanjutan adalah program pengelolaan sampah, dimana sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh komunitas di sekitar lokasi operasional Perseroan diolah menjadi biogas (sebagai bahan bakar alternatif) dan kompos (sebagai pupuk untuk tanaman jarak pagar). Perseroan juga membantu masyarakat setempat memanfaatkan kotoran sapi yang menghasilkan biogas untuk keperluan rumah tangga mereka. Sampai dengan akhir tahun 2009, sebanyak 12 reaktor biogas telah terpasang di rumah masyarakat di kawasan sekitar lokasi operasional Perseroan.

Pada bidang pendidikan, Indocement mengadakan program pelatihan guru bagi sekolah menengah di sekitar lokasi operasional Perseroan. Program ini mendapat sambutan baik dari masyarakat. Pada bulan Agustus 2009, Perseroan juga menyiapkan sebuah bengkel kecil yang memberikan pelatihan keterampilan montir sepeda motor. Fasilitas ini sangat diminati mengingat sepeda motor merupakan moda transportasi utama bagi kebanyakan keluarga di sana. Indocement merencanakan membuka lebih banyak lagi fasilitas serupa di tahun 2010.

Terkait aspek pengentasan kemiskinan, Perseroan fokus pada bantuan pengembangan sumber mata pencaharian bagi individu di sekitar lokasi usaha. Bagi Indocement, keberhasilan upaya ini diukur dari dampaknya yang berkelanjutan. Dalam hal ini, peserta program diharapkan mampu melanjutkan usaha agar dapat memberikan nafkah bagi keluarganya setelah berakhirnya program.

Pada tahun 2009, Indocement bekerja sama dengan IPB membuka sebuah fasilitas pelatihan di Citeureup untuk membekali peternak domba setempat dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan, melalui sesi pelatihan selama 3 bulan. Pada akhir tahun 2009, program tersebut telah mulai dengan angkatan pertama sebanyak 30 peserta dari komunitas sekitar, yang diharapkan akan menyelesaikan pelatihan di triwulan pertama tahun 2010. Selanjutnya, Perseroan merencanakan sesi pelatihan bagi 100 sampai 120 peserta setiap tahunnya. Bekerja sama dengan dinas terkait, Perseroan juga membuka fasilitas pelatihan di dekat Pabrik Palimanan yang memberikan pelatihan dan bimbingan bagi petani dan nelayan di sekitar wilayah tersebut. Fasilitas pelatihan tersebut juga telah mulai dengan angkatan pertama di akhir tahun, dan rencananya akan berlanjut dengan jumlah peserta yang sama.

Prakarsa lain yang dilakukan Indocement untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga komunitas di sekitar lokasi operasionalnya adalah melalui skema kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia, Perseroan bertindak selaku fasilitator untuk penyaluran dana kepada usaha kecil dan mikro.

Skema pembiayaan mikro membantu pedagang kecil untuk meningkatkan penghasilan dan bahkan membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Sampai saat ini, sekitar 32 pengusaha kecil telah memanfaatkan program tersebut, sehingga mereka terhindar dari praktik lintah darat yang seringkali justru semakin membuat mereka makin terpuruk akibat bunga pinjaman yang sangat tinggi.

Selain tujuan jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan dan pelestarian serta perbaikan lingkungan hidup, Indocement juga aktif berpartisipasi memberikan bantuan dana kemanusiaan dan bencana alam. Di tahun 2009, Perseroan memberikan bantuan kemanusiaan pada dua peristiwa bencana gempa bumi. Bantuan pertama ditujukan bagi masyarakat di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang diguncang gempa bumi pada tanggal 2 September 2009. Tidak lama berselang, Perseroan kembali membantu korban bencana gempa bumi yang lebih parah lagi yaitu yang terjadi di Padang, Sumatera Barat, pada tanggal 30 September 2009. Pada kedua peristiwa tersebut, Perseroan mengalokasikan dana sekitar Rp410 juta, dimana sekitar Rp140 juta diantaranya berasal dari sumbangan karyawan Perseroan.

Melalui berbagai upaya tersebut di atas, Indocement terus berkontribusi membantu Indonesia mencapai target MDG. Indocement juga rutin mensosialisasikan program CSR dan lingkungan hidup ke perusahaan yang beroperasi di sekitarnya, dengan harapan dapat menjadi panutan dalam pelaksanaan CSR.

Sumber : http://www.indocement.co.id/new_id/csr.asp

Tentang rinochandra

Sesederhana seperti yang anda lihat
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke KEGIATAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL MANAJER PERUSAHAAN ( PT Indocement )

  1. Slamet Riyanto berkata:

    Kepada Yth :
    President Directur PT. INDOCEMENT. Tbk
    Dengan Hormat
    Kami masyarakat Desa Triwidadi Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan salah satu desa dalam kategori tertinngal dan kondisi saat ini banyak infrastruktur yang belum memadai terutama jalan-jalan Desa dalam hal ini kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan dan Partisipasi dalam Pembangunan Desa kami Guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.
    Demikian atas perhatian dan terkabulnya permohonan kami diucapkan terima kasih.

    Desa Triwidadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s